-->
Home » , , » Issues in IACM (Internal Audit and Capabilty Model)

Issues in IACM (Internal Audit and Capabilty Model)

Written By Yulias Sihombing on Friday, October 12, 2018 | 8:15 PM

1. Apa itu IACM (Internal Audit Capability Model)

IA-CM merupakan kerangka yang mengidentifikasi kebutuhan fundamental untuk efektifitas audit internal dalam sektor publik. IACM menjelaskan tahapan evolusi yang perlu diikuti oleh organisasi sektor publik dalam mengembangkan efektifitas audit internal agar  memenuhi kebutuhan governance organisasi dan ekspektasi profesi.

IA-CM adalah:
  • Kendaraan komunikasi. 
  • Kerangka untuk penilaian.
  • Road map untuk perbaikan secara sistematis.
Untuk mempelajari lebih rinci konsep IA-CM, dapat dilihat di posting Internal Audit Capability Model (IA-CM).
IA-CM menyediakan perangkat bagi organsiasi sektor publik untuk:
  • Menentukan prasyarat audit internal sesuai dengan sifat, kompleksitas, dan risiko terkait dari operasional AAI.
  • Menilai kapasitas audit internal yang ada dibandingkan dengan prasyarat yang telah ditentukan.
  • Mengidentifikasi gap signifikan antara prasyarat dan kapasitasn audit internal yang ada, identifikasi pekerjaan-pekerjaan diperlukan untuk mengembangkan audit internal ke level yang memadai.
Prinsip-prinsip yang mendasari IA-CM:
  • Audit internal merupakan komponen integral dari efektif governance dalam sektor publik dan membantu organisasi mencapai tujuannya dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya.
  • Tiga variabel yang harus dipertimbangkan ketika menilai level kapabilitas AAI – yaitu AAI, organisasi, dan lingkungan keseluruhan dimana organisasi beroperasi.
  • Organisasi memiliki kewajiban untuk menentukan tingkat optimum dari aktifitas audit internal untuk mendukung kebutuhan governance-nya dan untuk mencapai kapasitas yang yang diinginkan.
  • Tidak semua organisasi membutuhkan kapasitas audit internal yang sama atau sangat maju.  Tingkat yang memadai akan sepadan dengan sifat dan komplesitas dari organisasi dan risiko yang dihadapi oleh organisasi. “No one size fits all.
  • Kapasitas AAI secara langsung terkait dengan tindakan yang diambil oleh CAE untuk mengembangkan proses dan praktik yang dibutuhkan untuk mencapai dan menjaga kapabilitas audit internal dan ukuran yang ditetapkan oleh manajemen organisasi untuk mengembangkan lingkungan yang mendukung bagi audit internal.
  • Audit internal harus dilaksanakan secara cost effective.
IACM dimaksudkan sebagai model universal dengan perbandingan antara prinsip-prinsip, praktik-praktik, dan proses-proses yang dapat diterapkan secara global untuk memperbaiki audit internal.

2. Apa perbedaan antara IA-CM dan QAIP (Quality Assurance and Improvemen Program)

No Aspek IA-CM QAIP
1 Keharusan berdasar Standar IPPF Tidak diharuskan dalam IPPF Diharuskan dalam IPPF
2 Target AAI Sektor Publik AAI Sektor Komersil
3 Tujuan Alat mapping tingkat kapabilitas AI Sektor Publik dan identifikasi area of improvement dengan mempertimbangkan sifat, kompleksi-tas, risiko terkait dari operasional organisasi.
IACM tidak secara khusus mengevaluasi kepatuhan dengan Standar, namun mengevaluasi apakah suatu proses kunci repeatable, sustainable, dan institutionalized ke dalam AAI
Menilai kepatuhan umum terhadap Standar IPPF dan Kode Etik, serta Pencapaian Kinerja AAI. Selain itu, QAIP juga menilai efisiensi dan efektifitas AAI, apakah dan bagaimana AAI memberi nilai tambah, dan mengindentifikasi area perbaikan.
4 Elemen Penilaian Elemen Penilaian:
a. Services and Role of Internal Auditing
b. People Management
c. Professional Practices
d. Performance Management and Accountability
e. Organizational Relationships and Culture
f. Governance Structures
Elemen Penilaian:
Pernyataan-pernyataan yang ada dalam Standar IPFF, yaitu Standar 1000 sd Standar 2600.
5 Simpulan Mapping pada Level 1, 2, 3, 4, 5. Generally Conform, Partially Conform, Does Not Conform.
6 Output Rekomendasi perbaikan kapabilitas, efisiensi, dan/ atau efektifitas Rekomendasi perbaikan dalam rangka patuh pada Standar IPPF, Kode Etik, dan Pencapaian Kinerja AAI.

3. Apakah IA-CM dapat menggantikan QAIP?

Jelas TIDAK, karena IA-CM tidak disyaratkan dalam Standar IPPF, sedangkan QAIP wajib diterapkan oleh AAI. Karena QAIP wajib diterapkan dan IACM tidak wajib maka tidak lah efisien bagi AAI di Perusahaan Komersil untuk menerapkan IA-CM. Walau AAI telah menerapkan IA-CM, namun AAI tetap diwajibkan menerapkan QAIP, sehingga akan timbul dua biaya penilaian yaitu IACM dan QAIP.

4. Apakah IA-CM Model Dapat Diterapkan untuk Sektor Komersial?

Walaupun IA-CM disusun berdasarkan studi di lingkungan sektor publik, namun secara substansi, IACM Model dapat juga digunakan untuk mapping dan pengembangan kapabilitas aktifitas audit internal di sektor komersil.
Namun, Standar IPPF tidak mewajibkan aktifitas audit internal untuk menerapkan IA-CM, melainkan mewajibkan AAI untuk menerapkan QAIP. Selain itu, output dari IA-CM dan QA-IP sama-sama menghasilkan, antara lain, rekomendasi area-area perbaikan untuk peningkatan kapabilitas AAI.

5. Apakah Level 3 Merupakan Level Minimum yang Harus Dimiliki oleh Setiap AAI?

Pada elemen Professional Practices: Level 3 – Integrated, Quality Management framework, salah satu key process areas (KPA) adalah AAI: mengembangkan sistem dan prosedur untuk memonitor dan melaporkan kinerja dan efektifitas dari AAI, termasuk “Kesesuaian dengan Definisi, Kode Etik, dan Standard”. Salah satu sistem dan prosedur tersebut adalah “penerapan QAIP, yang termasuk ongoing internal monitoring dan penilaian periodik internal dan eksternal.
Sebagian praktisi berpendapat bahwa KPA tersebut bermakna bahwa level 3 menuntut AAI untuk patuh pada Standar IPPF, sehingga berdasarkan KPA tersebut maka Level 3 menjadi level minimum yang seharusnya dicapai oleh setiap AAI.
Menurut pendapat penulis, argumen tersebut di atas tidak lah tepat karena:
  • IA-CM tidak didesain secara khusus untuk mengevaluasi kepatuhan dengan Standar, namun mengevaluasi apakah suatu  proses  kunci repeatable, sustainable, dan institutionalized ke dalam AAI.
  • Standar memperbolehkan deviasi kesesuaian terhadap standar karena tuntutan dari peraturan perundang-undangan atau karena standar lain yang wajib dipatuhi oleh AAI. Contoh deviasi yang diperkenankan oleh Standar, adalah AAI sebagai second line of defence.  

6. Apakah Peningkatan Level AAI Dilanjutkan Sampai ke Level 5?

Model IACM mencoba untuk menyelaraskan sifat dan kompleksitas suatu organisasi dengan kapabiltas audit internal, yang dibutuhkan untuk mendukung organisasi. Dengan kata lain, jika organisasi menuntut tingkat lebih besar dari kapabilitas dalam praktik audit internal, maka AAI perlu ditingkatkan pada level kapabilitas yang lebih tinggi. Level kapabilitas audit internal sering terkait dengan tingkat maturitas tata kelola dari organisasi.
Tingkat-tingkat kapabilitas dalam model IACM memberikan suatu road map untuk perbaikan berkelanjutan dalam AAI. Namun, AAI dapat memilih untuk tetap berada pada level tertentu dan tetap masih menunjukan praktik terbaik pada level tersebut bagi AAI dalam suatu organisasi dan lingkungan tertentu (hal. 8 Paper IACM).
Sebagai contoh, AAI mungkin ingin untuk tetap pada level tertentu dan memperbaiki efisiensi dan kualitas implementasi dari proses pada level tersebut dengan cara membangun “praktik terbaik” daripada hanya mengejar dan berkembang ke level yang tinggi. Faktor lain untuk dipertimbangkan dalam hal ini adalah “cost to improve” – untuk meningkat dari Level 2 ke Level 3 atau dari Level 3 ke Level 4. Dengan kata lain, AAI dapat memilih untuk tetap berada di Level 2 atau Level 3, dan tidak butuh ke level kapabilitas lebih tinggi karena level saat ini merupakan yang paling cost effective pada saat itu (hal. 8 Paper IACM).  AAI tidak dapat melampaui maturitas dari organisasi yang didukungnya (hal. 53 Paper IACM). 

Semoga Bermanfaat..................
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

  • Posts
  • Comments
  • Pageviews



 
Support : IIA Website | CPA Room | Your Link
Copyright © 2015. Internal Auditor's Corner - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger